Jalan Tebet Utara Dalam 12
Jakarta Pusat
Tel. 829 2343
400 bebek dalam satu hari pastilah memecahkan rekor di kota ini –mengesankan bagi sebuah restoran yang bahkan belum berusia 9 bulan pada saat ulasan ini dibuat. Orang dan makanan terus mengalir, tak peduli waktu dan harinya, dan antrian tak jarang mencapai lapangan parkir. Di muka antrian, menghadang wadah-wadah besar berisi bebek yang dimasak dengan berbagai cara—bakar, goreng, bumbu bungkus daun pisang, berlumur cabe hijau, cabe merah, digoreng gila-gilaan. Nikmat.
Tentu saja, hal ini ditunjang mania bebek yang mulai tahun 2007. Ditunjang pula oleh kemampuan Ginyo, warung asal Yogyakarta, untuk menciptakan resep yang paling sulit itu: yang menghasilkan bebek yang empuk sekaligus gurih. Bebek bakar adalah daya tariknya: seperti ungkepan terbaik, tekstur dagingnya kering di bagian luar namun sekaligus ber-saripati di bagian dalam. Bebek goreng kremes-nya sebanding dengan Ayam Goreng Ny. Suharti: bebeknya direbus untuk lalu dibalur campuran kelapa dan bumbu-bumbu, dan kemudian digoreng sampai lunak dan dijamin menambah lingkar pinggang. Gurihnya sangat memuaskan. Ada sejumlah inovasi juga: pepes bebek, yang seperti halnya pepes lainnya, merupakan daging tanpa tulang yang diberi bumbu dan dibungkus daun pisang, lalu dibakar sebelum disajikan. Maksudnya baik, namun bumbunya agak terlalu banyak.
Ginyo tidak aji mumpung dan ini tercermin dalam ketelitiannya terhadap detail. Nasinya kelas satu. Tempe gorengnya montok, enak dimakan dengan sambal atau sambal mangga yang mantap. Jus jeruk segarnya juga enak.
Harga: sekitar Rp 70,000 untuk 2 orang
Jam buka: 11:00 – 22:00
Busana: kasual
Atmosfer: mendasar, tidak neko-neko, ruang makan dengan AC
Metode pembayaran: tunai
Diulas pada: Agustus 2007
